Terpilih Menjadi Presiden PKS, Ini Profil Ahmad Syaikhu

Terpilih Menjadi Presiden PKS, Ini Profil Ahmad Syaikhu

 

Ahmad Syaikhu resmi menjabat sebagai Presiden PKS periode 2020-2025 setelah ditetapkan dalam Sidang Musyawarah Majelis Syuro PKS di Bandung, Jawa Barat, Senin, 5 Oktober 2020.

Syaikhu menjelaskan arah partai berlambang padi dan bulan sabit akan tetap berdiri tegak sebagai oposisi Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Sikap politik PKS tetap istiqomah bersama rakyat menjadi kekuatan oposisi mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Meskipun PKS di luar pemerintahan, PKS berkomitmen menjadi partai yang siap turun tangan menyelesaikan berbagai permasalahan yang membebani rakyat,” ujar Syaikhu, tertulis dalam keterangan resmi PKS, Senin, 5 Oktober 2020.

Syaikhu mengatakan oposisi dalam mengawal jalannya roda pemerintahan telah menjadi arah jelas PKS sesuai dengan Rapat Koordinasi Nasional PKS 2019 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada November 2019.

PKS akan hadir sebagai bagian dari solusi bukan bagian dari masalah.

Syaikhu menggantikan Sohibul Iman yang menempati posisi anyar sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro PKS. Selain Sohibul, Ahmad Heryawan Suharna Surapranata juga mempunyai jabatan yang sama. Sedangkan Habib Aboe Bakar Alhabsyi menjadi Sekertaris Jendral menggantikan Mustafa Kamal.

“Alhamdulillah Sidang Musyawarah Majelis Syura berjalan dengan lancar. Para anggota Majelis Syura PKS yang hadir telah melaksanakan kewajiban syuranya secara baik dan memilih kader-kadernya untuk penugasan menjayakan partai di 5 tahun kedepan,” ucap Habib Salim dalam pidato sambutannya usai ditetapkan dalam jabatan baru.

Musyawarah MS PKS digelar pada 2-5 Oktober. Setiap peserta menjalani tes swab dan mematuhi prosedur protokol kesehatan virus corona. Semua peserta musyawarah dinyatakan negatif virus corona kemudian menjalani Sidang Musyawarah Majelis Syuro PKS pada 4-5 Oktober 2020.

Profil Ahmad Syaikhu

Kaiernya dimulai ketika ia merintis menjadi PNS yang bertugas sebagai auditor. Ahmad Syaikhu mantap terjun ke dunia politik dengan bergabung PKS dan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Pada akhirnya Syaikhu terpilih sebagai Wakil Wali kota Bekasi 2013-2018.

Ahmad Syaikhu merupakan putra dari pasangan K.H Ma’soem bin Aboelkhair dan Nafi’ah binti Thohir. Ia mengenyam pendidikan dasar di SDN Ciledug III. Namun ketika kelas 5, ia terpaksa pindah ke SDN Lemahabang II karena mengikuti sang ayah yang dipindahtugaskan sebagai Ketua Kantor Urusan Agama Sindanglaut, Cirebon.

Ia melanjutkan studi di SMPN dan SMAN Sindanglaut Cirebon. Setelah lulus, ia kuliah di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN). Tak hanya itu, ia juga mendapatkan pendidikan agama dari orang tua, guru privat, dan kiai-kiai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat.

Sejak di bangku SMP dan SMA, ia aktif berorganisasi dan sempat menjadi pengurus OSIS. Sedangkan saat kuliah, ia dpercaya sebagai Ketua Bidang Kerohanian Islam dan Ketua Masjid Kampus Baitul Maal Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK).

Syaikhu juga pernah mendirikan beberapa yayasan bersama teman-temannya, di antaranya Yayasan At-Tibyan di Jakarta Timur yang bergerak dalam pendidikan Islam dengan membuka TPA, Yayasan Istiqomah Bina Umat (IBU) di Pondok Gede Bekasi yang bergerak dalam Tahfidzul Qur’an (menghafalkan Al-Qur’an), serta Yayasan Adzkia di Bekasi Timur yang bergerak di bidang sosial dan ekonomi.

Selain aktif di organisasi agama dan sosial, Ahmad juga menyukai olahraga bulutangkis dan menembak. Ia bahkan dikukuhkan sebagai Ketua Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia) Cabang Kota Bekasi.

Lulus dari STAN, Syaikhu mulai bekerja sebagai PNS dengan tugas Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang dari tahun 1986 hingga 1989. Kemudian pindah ke BPKP Pusat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah.

Pada tahun 2004, Ahmad dicalonkan oleh PKS sebagai anggota DPRD Bekasi. Ia pun menanggalkan statusnya sebagai PNS dan resmi menjadi Anggota DPRD Bekasi tahun 2004-2009.

Belum sempat menyelesaikan satu periode di legislatif, suami dari Lilik Wakhidah ini mencalonkan diri sebagai calon Walikota Bekasi pada 2008, namun kalah oleh pasangan Mochtar Mohammad-Rahmat Effendi.

Selang setahun, ayah 6 anak ini terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat dan menjabat pada periode 2009-2014. Pada 2013, ia kembali maju di pilkada Bekasi. Saat usianya 48 tahun, Syaikhu terpilih sebagai wakil walikota Bekasi mendampingi walikota Rahmat Effendi. Mereka dilantik pada 10 Maret 2013 dan menjabat hingga 2018.

Keahlian menembak didapatkan melalui pembekalan Konsepsi Nasional bagi pimpinan dan anggota DPRD se-Indonesia gelombang I di Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) yang berlokasi di Sekolah Polisi Negara Lido Sukabumi.

Pada tahun 2017, Ahmad maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat mendampingi Mayjen Purnawirawan Sudrajat yang diusung Partai PKS dan Gerindra. Namun pasangan tersebut harus menerima kekalahan dari Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum.

Keluarga

  1. Orang Tua : K.H Ma’soem bin Aboelkhair dan Nafi’ah binti Thohir
  2. Istri : Lilik Wakhidah
  3. Anak : Muhammad Kamil
  4. Muhammad Yasir Naufal
  5. Sarah Karimah Muthiah
  6. Izzuddin Hamas
  7. Aisyah Wafa Syahidah

Pendidikan

  1. SDN Ciledug III
  2. SDN Lemahabang II, Cirebon
  3. SMPN Sindanglaut, Cirebon
  4. SMAN Sindanglaut, Cirebon
  5. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)

Karier

  1. Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP dan SMA
  2. Ketua Bidang Kerohanian Islam STAN
  3. Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang (1986-1989)
  4. Auditor BPKP Pusat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah (1989)
  5. Anggota DPRD Kota Bekasi (2004-2009)
  6. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (2009-2013)
  7. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jawa Barat
  8. Ketua Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Bekasi
  9. Dewan pengawas Yayasan Islamic Center IQRO’
  10. Ketua Ta’mir Masjid Annur, Yayasan Miftahul Amal Bojong Rawalele Jatimakmur Pondok Gede Bekasi
  11. Wakil Wali kota Bekasi (2013-2018).

Baca Juga

Jalan Mendaki Hendry Munief

Tepat pada 4 Oktober 2015 lalu di Negeri Istana, Siak Sri Indrapura resmilah ia mengemban …